Saturday, September 24, 2011

Komparasi Knalpot Racing Yamaha Scorpio z

sahabat Otoman..
Bicara knalpot, emang tak ada habisnya. Tiap keluar motor tipe baru, produsen peranti itu pasti tak menyia-nyiakan kesempatan menghadirkan produknya di pasaran.

Termasuk buat Yamaha New Scorpio Z,  kali ini kembali hadir beberapa kontestan baru. Tentu untuk memberi alternatif. Di antaranya ada CLD, R9, NOB1 dan SKR.

Untuk mengetahui seberapa besar potensi kenaikan performa yang diberikan produk-produk anyar itu, kami ukur menggunakan dynamometer DYNOmite milik Ultraspeed Racing di Jl. dr. Cipto Mangunkusumo No. 42, Ciledug, Tengerang.


Parameter pembandingnya tentu performa standar New Scorpio Z. Motor yang kami pakai odometernya baru menunjukkan 980 km. Bahan bakar Premium. Terukur sebesar 16,91 dk di putaran mesin 8.293 rpm. Sedang torsi puncaknya 16,33 Nm di kitiran 6.311 rpm.

Lalu setiap ganti knalpot, tanpa dilakukan ubahan apapun. Pengukuran mulai 5 ribu rpm, dilakukan 2 kali run dan diambil hasil terbaik. Gimana hasilnya?

SKR

Tampilan knalpot asal Pasar Lembang, Ciledug, Tangerang ini paling sederhana. Leher 3 tingkatnya terbuat dari pipa besi dilapis pernis. Silencer dari pipa aluminium berisi glasswool. Penyambungan andalkan las asitelin, sehingga terkesan kurang rapi.

Namun kendati demikian, performa yang diberikan knalpot Rp 350 ribu ini termasuk bagus. Mampu menaikkan tenaga puncak New Scorpio Z jadi 18,23 dk/8.626 rpm, dan torsi 17,02 Nm/6.532 rpm. Artinya terjadi kenaikan tenaga sebanyak 1,32 dk dan torsi 0,69 Nm.

Memperhatikan grafik tenaganya, terlihat di putaran atas punya nafas yang lebih panjang, di bawah sampai menengah torsi lebih nendang. Cocok untuk jalanan perkotaan yang stop & go.

R9 Monza Blue

Tampil paling menonjol khas R9, silencer bergradasi ala pelangi. Pengelasan menggunakan argon, membuat terlihat sangat rapi, biasa disebut las sisik ikan. Leher terdiri dari 3 tingkat dengan peningkatan bertahap, membuat aliran lancar.

Suara yang keluar dari silencer cukup lembut. Performa sangat bisa diandalkan. Mampu menorehkan tenaga maksimal hingga 18,55 dk/8.895 rpm, torsinya 16,57 Nm/7.027 rpm. Meningkat 1,64 dk dan 0,24 Nm.

Grafik hasil dynamometer menunjukkan tenaga knalpot Rp 1,1 juta ini lebih menonjol sejak putaran menengah ke atas. Sedang torsi tak jauh beda dengan standar. Karakter demikian lebih pas untuk jalur keluar kota.


NOB1 3Bold Dual Sound

Cukup mencolok dengan kombinasi krom di leher dan silencer hitam. Leher terbuat dari pipa 2 tingkat, penyambungan dengan las asitelin yang finishing-nya  digerinda. Pemasangan leher dan peredam pakai 2 per, biar rapi diberi penutup dari plastik. Sesuai namanya, ada optional db killer agar suara lebih lembut.

Saat terpasang, sound yang dihasilkan dari knalpot Rp 375 ribu ini cukup halus, power tertinggi 17,87 dk/8.661 rpm dengan torsi 16,88 Nm/6.615 rpm. Terdongkrak 0,96 dk dan 0,55 Nm.

Karakter yang dihasilkan tak jauh berbeda dengan standar, hanya saja sedikit lebih bagus di semua tingkat putaran mesin. Bisa dipilih bagi yang wara-wiri dalam kota sampai pinggiran, dengan jalur padat dan sedikit lancar.

CLD

CLD sebagai kontestan terakhir tampilan sangat mirip R9. Hanya silencer lebih kalem, dengan aksen warna biru gradasi lebih sedikit, dan warna leher stainlees steel-nya lebih putih. Pengelasan pun sama rapi.

Setelah ditebus Rp 1,2 juta, mampu mendongkrak power jadi 18,55 dk/8.703 rpm. Nah untuk torsi merangkak menjadi 16,76 Nm/7.010 rpm. Meningkat lumayan sebesar 1,64 dk dan 0,43 Nm.
Karakter yang dihasilkan pun menonjol di putaran menengah hingga atas. Bakalan menjadikan motor sport berbobot 141 kg ini, makin ngacir saat ketemu trek panjang-panjang.

KESIMPULAN

Knalpot aftermarket untuk Yamaha New Scorpio Z mampu mendongkrak performa antara 0,96 dk sampai 1,64 dk dan torsi 0,24 Nm sampai 0,69 Nm, dengan karakter yang berbeda-beda. Pilih sesuai kebutuhan pemakaian..(otoMan)
                         Data pengetesan :
Merek                  Tenaga                              Torsi
Standar     16,91 dk/8.293 rpm     16,33 Nm/6.311 rpm
SKR           18,23 dk/8.626 rpm     17,02 Nm/6.532 rpm
R9              18,55 dk/8.895 rpm     16,57 Nm/7.027 rpm
NOB1        17,87 dk/8.661 rpm      16,88 Nm/6.615 rpm
CLD          18,55 dk/8.703 rpm      16,76 Nm/7.010 rpm

Monday, September 19, 2011

Blata Duet Trail dan Supermoto dari Megelli


Blata Enduro & Supermoto
sahabat otoMan.
Mungkin merek sepeda motor Blata belum pernah kita dengar, tapi kalau menyebut Megelli pasti langsung paham. Nah, Blata ini adalah merek dibawah naungan Megelli. Bedanya, Megelli diciptakan untuk model sport, sedang Blata punya desain motor penjelajah ada trail dan supermoto.

Desain Blata versi Enduro dan Supermoto sama persis, keduanya dibedakan hanya pada pilihan roda. Versi enduro pakai ban pacul, sedang yang supermoto pastinya pakai ban aspal.

Secara desain memang cukup unik dan tidak seperti trail kebanyakan. Coba perhatian tanki dan joknya, umumnya trail punya jok yang landai memanjang dari depan sampai ke buntut. Tapi pada Blata malah mirip motor sport street fighter.

Begitu juga dengan rangkanya. Sub frame bagian belakang yang umumnya dibuat ramping, dan tertutup oleh cover bodi yang bisa digunakan jadi nomor start tidak terlihat pada Blata. Motor ini justru menonjolkan sasisnya yang lebar sebagai aksen yang mampu menampilkan kesan kekar.

Makin menarik saat melihat desain knalpotnya. Bentuknya kompak dengan tabung gepeng yang juga berfungsi jadi spatbor dalam sepeda motor. Sedang silencernya dibuat mungil di bawah jok.

Sedang sumber tanaganya, Blata dipersenjatai dengan mesin satu silinder dengan power mencapai 15 dk. Torsinya lumayan besar, mencapai 10,6 Nm. Sedang transmisinya 6 percepatan. Lumayan kan! Setidaknya mampu bersaing dengan Kawasaki KLX 150 atau D-Tracker 150.

Namun saat ditanya kemungkinanya masuk ke Indonesia, pihak PT Minerva Motor Indonesia (MMI), ATPM Megelli di tanah air mengaku belum ada rencana. "Itu territory-nya Megelli, Saya belum tahu," ungkap Apong Arfiansyah, general manager sales & marketing PT MMI.(otoMan)

Bengkel Spesialis Megelli 250 dan Ninja 250R

 
sahabat otoMan,,kali ini sayaakan memberikan sedikit informasi tentang bengel modifikasi,
Jiester Modified atau Jiester MotoModification Shop sudah terdengar cukup akrab di telinga pemilik motor sport 250cc, terutama pengguna Megelli. Padahal toko variasi yang terletak di Jl. Arteri Kelapa Dua ini belum genap enam bulan dibuka.

Namun siapa sangka jika bengkel ini didirikan berawal dari sebuah motor Megelli yang bermasalah. Tito yang merupakan pemilik Jiester MotoModification, tadinya adalah seorang programmer. "Awalnya gue cuma pingin mencari solusi Megelli generasi satu yang banyak kekurangannya" katanya.

Ia membuat cakram custom yang lebih tebal dibanding standar. Menurut Tito, cakram Megelli terlalu tipis sehingga mengeluarkan bunyi ketika sudah panas. Selain itu ia juga membuat knalpot aftermarket dan meriset penggunaan koil racing untuk meningkatkan performa Megelli.

Barang-barang hasil riset ini lantas Ia jual lewat forum jual beli di internet. Risetnya sendiri terus berlanjut dengan membuat bodi kit dan windshield custom. Tak hanya Megelli, Tito juga melakukan ekspansi dengan menjual asesoris bodi Ninja 250r.

Nah, dari programer akhirnya pria ramah ini memutuskan serius mengeluti bisnis ini dengan mendirikan toko variasi Jiester MotoModification pada November 2010 lalu.

Kini selain menjual bodi kit dan part asesoris unuk Megelli dan Ninja 250r. Jiester MotoModification juga menerima jasa cat velg, carbon printing hingga menjual decal dari Zerografix. Cukup lengkap kan?(otoMan)

Jiester MotoModification Shop
jiester-modified.com
Jl. Arteri Kelapa Dua no.5A
Kebon Jeruk, Jakarta Barat
021 - 534 9360

Suzuki Virus 1000, Versi Naked dari GSX-R 1000


sahabat otoMan..
Frankfurt Motor Show yang sedang dilaksanakan pekan ini di Jerman, memang tempat yang pas bagi para produsen untuk memperkenalkan produk baru mereka. Salah satunya adalah Suzuki yang memperkenalkan streetfighter baru mereka bernama Virus 1000.

Virus 1000 merupakan motor baru Suzuki yang mengambil basis mesin dan rangka dari superbike GSX-R 1000. Sedangkan untuk tampilan bodywork kabarnya Suzuki terinspirasi dari GSR 750, streetfighter andalan mereka terdahulu yang sempat mampir di Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2011.

Asiknya lagi, mesin yang digunakan Virus 1000 sama persis dengan yang dapur pacu GSX-R 1000 tanpa spec down. Streetfighter gahar dari tampang maupun performa ini memiliki tenaga 182 dk di 12ribu rpm.

Di Swiss GSX-R versi naked ini sudah mulai dijual dengan harga sedikit lebih tinggi dari versi superbikenya yakni 19.990 Franc Swiss. Jika dirupiahkan kira-kira harganya sekitar Rp 201 jutaan. Tertarik?

Wednesday, September 14, 2011

Upgrade Performa Yamaha Byson Mudah

sahabt otoMan penampilan Yamaha Byson emang membius motormania. Ibaratnya, sosok pria yang doyan fitness! Namun beda jika bicara performa, dikeluhkan masih kurang nendang. Terutama akselerasi yang terlalu smooth, top speed juga kurang.

Namun hal itu bukan perkara sulit buat dipecahkan. Bisa dicari solusinya, tentu lewat upgrade performa. Salah satu yang sudah membuktikan Mislan, warga daerah Cipulir, Kebayoran Lama, Jaksel.

Cukup dengan komponen yang tergolong plug n play, tenaga yang dikatrol lumayan banyak lho, putaran mesin bisa didongkrak tinggi. Sehingga akselerasi dan top speed meningkat. Wuih mantap, dong!

Mau bukti? Nih dari hasil pengukuran dynamometer milik Ultraspeed Racing (UR), di Jl. HOS Cokroaminoto No.42, Ciledug, Tangerang. Setelah dioprek jadi 13,34 dk/8.654 rpm, torsi 12,6 Nm/5.900 rpm.

Power naik 1,78 dk dan torsi 0,1 Nm dari kondisi standar yang hanya 11,56 dk/7.708 rpm dan 12,5 Nm/5.611 rpm. Nah koreksi tenaga terbaca jelas dari pencapaian peak power, di mana tercapai pada rpm lebih tinggi. Dan jika standar setelah peak power tenaga langsung turun tajam, hasil modif masih manteng hingga 11 ribu rpm.

Mau tahu ubahan detail yang dilakukan Bie Hau dari bengkel Samudra Jaya Motor (SJM) ini? Yuk kita bedah,

Knalpot

Komponen yang banyak dituding bikin tarikan berat salah satunya knalpot, lantaran terlalu banyak lekukan dan kotak seperti tembolok berisi catalytic converter berhambatan besar. Fungsinya sih, sangat baik, untuk mengurangi emisi gas buang.

Nah gantinya knalpot tipe free flow bikinan Stanlee. Bahannya stainless steel dibikin tak banyak lekukan dan hambatan. Efeknya gas buang jadi mengalir lancar, tarikan pun makin cepat.

Pengapian

Pengatur pengapian diandalkan bikinan BRT tipe terbaru, Power Max Dual Band. Paling kentara limiter-nya terkoreksi jauh lebih tinggi, mencapai 12.000 rpm, standarnya 9.500 rpm sudah brebet. Nah dari sini kentara nafas mesin lebih panjang, top speed meningkat.

Tak cukup itu, koil pakai yang berkemampuan lebih tinggi, Blue Thunder. Dan masih ditambah koil booster bikinan APS Motomax, tipe Strom. “Bantu pengapian dari bawah hingga atas,” promo mekanik di Jl. Joglo Raya No. 230, Jakbar ini. 

Karbu model konvensional, jauh lebih responsif (kiri). BRT Power Max Dual Band, limiter jauh lebih tinggi (kanan)
Karburator

Pengabut bahan bakar bawaan motor tipe vakum, bagi speedgoers dianggap kurang responsif. Makanya dilengserkan, gantinya model skep konvensional yaitu Keihin PE 28. Pemasangan tetap pakai intake manifold standar, “Hanya karetnya pakai slang radiator mobil,” terang Bie Hau.

Paduannya filter minim hambatan bikinan Koso. Nah setelah diseting, spuyernya ketemu kombinasi pilot jet 42 dan main jet 110. (otoMan)

 Data performa   
 Upgrade  Kenaikan  Tenaga
 Standar  11,56 dk/7.708 rpm  13,34 dk/8.654 rpm  1,78 dk
 Torsi  12,5 Nm/5.611 rpm  12,6 Nm/5.900 rpm  0,1 Nm
 Samudra Jaya Motor : 0816-1976566   
 Ultraspeed Racing : 021-93858080   


 Part dan Jasa
 Koil Blue Thunder  Rp 150.000
 APS Motomax Strom   Rp 250.000
 CDI BRT Power Max Dual Band  Rp 500.000
 Filter Koso  Rp 125.000
 Karburator Keihin PE 28  Rp 600.000
 Knalpot Stanlee  Rp 650.000
 Jasa  Rp 200.000
 Total  Rp 2.475.000

Prediksi Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing

sahabat otoMan saya akan merubah sedikit nuansa ”THE REAL STREET FIGHTER” menjadi ”THE REAL MOTO GP”. Itu sangat terlihat jelas dimana tampilan bagian depan akan berubah drastis karena terbungkus fairing. Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing jelas akan merubah tampilan standar menjdai Yamaha Fazer ala India yang mempunyai kesan lebih gagah dan mahal.
modifikasi_yamaha_byson_fairing
               Yamaha Byson Hijau Standar
Jika kita ingin Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, dari segi biaya sudah dipastikan lumayan, tetapi ini bukan soal harga pilihan Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing adalah soal rasa, kepuasan tidak bisa tergantikan dengan uang (*gelap mata). Pertama yang jadi bahan pertimbangan adalah pergantian stang standar diganti dengan stang jepit dan spion standar pasti juga akan hilang, karena dudukan spion setalah dipasang Fairing akan include dengan bodi Fairing.
Kisaran harga yang harus disediakan jika kita ingin Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing mungkin bervariasi tergantung dengan bengkel dimana kita akan melakukan modifikasi. Sebagai gambaran dan referensi yang saya baca dari media otomotif sebuah merek AMS menawarkan harga Rp 2,5 Juta material Fairing berbahan Fiberglass berkualitas dan perlengkapanya seperti spion, headlamp dan windshield didatangkan dari negeri asal jenis Yamaha Fazer yakni India.
modifikasi_yamaha_byson_fairing2
Untuk Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing tentunya kita juga harus mengganti stang standar dengan stang jepit, kalau komponen ini banyak tersedia didalam negeri kita dengan harga yang bervariasi. Jadi selain uang jasa yang akan kita keluarkan dalam Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing kita juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli komponen-komponen tambahan seperti yang saya sebutkan diatas. Untuk totalnya sendiri saya belum tahu persis, tetapi sebagai bahan perkiraan Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing bisa memakan harga kisaran Rp 4 juta-an.
Modifikasi Yamaha Byson Dengan Full Fairing dapat kita lakukan dengan dengan tenang ketika kita sudah mendapat informasi yang cukup.
monggo di coment,,,,

Tuesday, September 13, 2011

Ducati Diavel AMG Edition Gahar

Kerjasama Ducati dan produsen variasi khusus Mercedes-Benz berlanjut pada sebuah Ducati Diavel. Kedua pabrikan beda latar belakang ini, bersatu menciptakan varian special edition.

Ducati Diavel AMG Special Edition ini berangkat dari basic Diavel Carbon. Varian termahal ini kemudian dilengkapi dengan detail variasi khas AMG. Paling mencolok adalah penggunaan pelek palang lima yang memiliki finishing hitam dan aksen kroom.

Aura carbon fiber juga bisa dirasakan disekitar grill radiator. AMG melengkapi varian ini dengan knalpot khusus. Desainnya lebih mewah dengan grafis logo AMG di bagian ujung silincer.

Menariknya, motor ini memiliki desmodromic cam-timing yang disetting manual, untuk menjaga keotentikannya, Ducati membubuhkan tanda tangan sang mekanik di cover bak mesin sebelah kiri.

Selain itu kode otentik lainnya juga bisa dilihat pada tanki, ada plat yang menunjukan kalau ini adalah versi AMG. Soal kelir, dilengkapi dengan paduan warna putih di tanki dan rangka teralis yang membuatnya semakin kontras. Mantab!

Rencananya, motor versi 2012 ini baru akan dikenalkan pada publik di Frankfurt International Motor Show, yang akan berlangsung di Jerman pada 15-25 September 2011 mendatang. Layak ditunggu para penggila Ducati!
THANK YOU FOR VISITING FRIENDS TO MY BLOG SIMPLE.DO NOT FORGET TO FOLLOW my blog, FB LIKE ME, AND IT HERE EXCHANGE LINKS,DO NOT FORGET TO WRITE DOWN YOUR COMMENTS I WILL DIRECT YOUR TRIPBACK,, ^ _ ^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...